Kompos

juga tersedia untuk: Etiopia, Guatemala, Honduras, Indonesia, Tanzania, Uganda

Dapat diaplikasikan pada:
Arabika, Robusta

205⸱AKonsep

  • Memperbaiki struktur tanah dan bahan organik
  • Meningkatkan kesehatan tanah
  • Menunjang kebutuhan nutrisi tanaman
  • Meningkatkan hasil panen kopi

Kompos adalah bahan tambahan atau pengganti pupuk kimia. Kompos bisa membuat tanah jadi lebih subur, lebih baik strukturnya, dan menambah nutrisi untuk tanaman. Seiring waktu, kompos juga bisa menambah humus di tanah.

Kompos dibuat lewat proses yang disebut pengomposan. Pengomposan adalah proses di mana bahan-bahan organik seperti daun dan sisa makanan diuraikan oleh mikroorganisme. Proses ini butuh oksigen dan akan berhasil jika ada cukup air dan suhu yang tepat. Hasil akhirnya adalah bahan kompos yang sangat bagus untuk tanah dan mendukung kehidupan mikroorganisme yang baik untuk tanaman.

Bahan-bahan yang dipakai untuk pembuatan kompos bisa berbeda-beda. Untuk petani kopi, bahan utama kompos biasanya sekam kopi dan kotoran hewan, seperti kotoran sapi atau ayam. Sisa-sisa tanaman dan sampah dapur juga bisa dipakai. Proses pembuatan kompos memakan waktu sekitar 3-4 bulan.

Seiring waktu, kompos bisa mengurangi kebutuhan pupuk kimia karena bisa menjaga nutrisi tetap tersedia di tanah lebih lama. Dengan begitu, petani bisa lebih hemat pupuk dan tanah pun tetap subur serta sehat.

Kompos juga dapat memperbaiki struktur tanah, sehingga akar tanaman kopi bisa tumbuh lebih mudah. Pada tanah berpasir, kompos membantu menyatukan pasir sehingga air bisa tertahan lebih lama. Di tanah liat, kompos membuat tanah menjadi lebih gembur, sehingga akar tanaman bisa lebih mudah menjangkau air dan nutrisi yang dibutuhkan, dan udara bisa lebih mudah masuk ke dalam tanah. Tanah yang sudah dicampur kompos jadi lebih mudah diolah, baik untuk dibajak ataupun digali. Kompos juga membantu tanah agar tidak cepat terkikis oleh air hujan dan angin. Karena air lebih mudah masuk ke dalam tanah, hujan lebat tidak akan membuat tanah kebanjiran dan angin tidak bisa mudah menerbangkan tanah yang sudah diikat dengan kompos.

Selain itu, proses pengomposan bisa mengurangi jumlah hama atau penyakit yang bisa merusak tanaman.

205⸱BVideo

205⸱CUntuk dipertimbangkan

Secara umum, analisis tanah harus dilakukan sebelum memulai proses pengomposan.

Perbandingan penggunaan limbah tumbuhan dan hewan dalam produksi kompos bergantung pada kandungan nutrisi tanah. Umumnyadisarankan untuk mencampur sekam kopi dan kotoran sapi dengan perbandingan 3:1. Jika menggunakan kotoran ayam, disarankan untuk menggunakan 4 bagian sekam kopi dengan 1 bagian kotoran. Proporsi ini bertujuan untuk menjaga rasio karbon/nitrogen (C/N) sekitar 30/1 pada awal proses pengomposan.
Untuk meningkatkan kandungan nutrisi dan kualitas kompos, serta berdasarkan analisis tanah, disarankan untuk menambahkan fosfat (P) dan kalium (K), misalnya dalam bentuk bubuk batu atau kulit telur. Kapur pertanian (kalsium sulfat dihidrat CaSO4·2H2O) juga disarankan untuk mengurangi hilangnya nitrogen selama pengomposan serta menyediakan kalsium (Ca) dan belerang (S). Jika ingin menggunakan campuran bubuk batu, disarankan maksimal 20% dari berat total campuran.
Untuk mempercepat proses pengomposan dan meningkatkan kualitas kompos, Biochar dapat ditambahkan ke dalam campuran hingga batas maksimum 10% dari berat total. Dengan ini, waktu proses pengomposan bisa lebih cepat sekitar 30% dan juga mengurangi jumlah pengadukan yang diperlukan. Hal ini dikarenakan biochar mampu meningkatkan aliran udara di dalam tumpukan kompos.
Cara lain yang bisa digunakan untuk menguraikan bahan organik adalah dengan membuat Bokashi. Ini adalah proses fermentasi di mana campuran "mikroorganisme efektif" ditambahkan ke bahan tanaman untuk mempercepat proses penguraian. Lihat alat Bokashi untuk informasi lebih lanjut.
Bekerja sama itu penting: Petani yang bekerja dalam kelompok lebih mungkin dapat membuati kompos berkualitas baik dalam jumlah besar daripada petani yang bekerja sendirian.


Waktu: Proses pengomposan memakan waktu sekitar 3-4 bulan. Produksi kompos sebaiknya dilakukan pada musim kemarau segera setelah sekam kopi tersedia setelah panen dan pengolahan karena lebih baik menggunakan bahan yang masih segar. Ini sekitar empat bulan sebelum masapemupukan, sehinggakompos yang sudah siap bisa langsung digunakan. Kompos dapat diaplikasikan ke ladang kopi setiap tahun. Jika pemupukan dilakukan beberapa kali dalam setahun, salah satu waktu bisa menggunakan kompos sebagai pengganti pupuk kimia.
Jika kompos diterapkan setiap tahun, tanah juga harus diperiksa setiap tahun. Dengan cara ini, kita bisa mengetahui perubahan kandungan nutrisi dan jumlah pupuk kimia dapat diasumsikan berkurang dari tahun ke tahun.
Menerapkan kompos membutuhkan kesabaran. Pada tahun-tahun pertama, efeknya mungkin tidak langsung terlihat jelas. Namun, penggunaan kompos secara rutin akan meningkatkan produksi tanaman seiring berjalannya waktu.

205⸱DImplementasi

Bahan-bahan

Melalui proses pengomposan, berat bahan baku akan berkurang. Itulah mengapa total berat bahan masukan lebih berat daripada berat akhir yang ditargetkan. Untuk 1 ton (20 kuintal) kompos siap pakai gunakan:

205⸱1Persiapan

205⸱2Produksi

Perhatian

Penting untuk menyusun lapisan bahan-bahan yang berbeda secara berurutan agar terjadi penguraian materi yang tepat.

Tips

Selama penempatan lapisan bahan organik, disarankan untuk menggunakan lapisan antara sedikit bubuk batu P dan K, kapur umum, abu, atau pupuk kimia (urea) untuk membuat kompos lebih kaya akan nutrisi atau untuk mengatur keasaman dan mendukung perkembangan organisme pengurai.

Tips

Tumpukan dapat distabilkan dengan bingkai kayu atau dengan garpu.

205⸱3

Tips

Tes kelembapan dengan tangan: Ambil sebagian pupuk dan remas di tangan Anda. Jika sampel tersebut hancur (berderai), Anda harus melembabkan lapisannya lebih banyak. Jika beberapa tetes air muncul di antara jari-jari Anda, kelembapan sudah cukup. Jika air menetes di antara jari-jari Anda, itu artinya terlalu banyak air. Dalam kasus tersebut, hentikan penyiraman dan biarkan mengering sebentar.

205⸱4

Tips

Lapisan terakhir sebaiknya terbuat dari bahan tanaman untuk melindungi campuran dari air hujan dengan lebih baik, meskipun idealnya produksi kompos dilakukan pada musim kering. Material tanaman yang ringan di bagian atas memastikan respirasi yang lebih baik daripada menutupnya dengan pupuk kandang yang lebih padat.

205⸱5

205⸱6

Saat membalik tumpukan:

Tips

Uji kelembapan dengan tangan: Ambil sebagian kompos dan remas di tangan Anda. Jika sampel tersebut hancur, Anda harus membasahi tumpukan tersebut lebih banyak. Jika beberapa tetes air muncul di antara jari-jari Anda, kelembapan sudah cukup. Jika air menetes di antara jari-jari Anda, Anda harus mengaduk tumpukan untuk memberi udara, karena terlalu banyak air.

Tips

Uji batang besi untuk menguji suhu: Masukkan batang sepanjang 40 cm ke tengah tumpukan dan biarkan selama beberapa menit. Pegang batang dengan tangan Anda, dengan hati-hati, karena akan panas. Jika Anda tidak bisa memegangnya, balik tumpukan untuk meningkatkan sirkulasi udara. Jika relatif dingin (sangat mudah dipegang dengan tangan), basahi tumpukan lebih banyak lagi.

Tips

Jika hujan turun pada suatu saat dalam proses pengomposan 3-4 bulan, tumpukan harus ditutupi dengan terpal plastik jika ada untuk menghindari hilangnya nutrisi.

205⸱7

205⸱8Aplikasi

Pada umumnya, analisis tanah harus dilakukan untuk menentukan jumlah yang tepat yang harus diberikan, tergantung pada kebutuhan nutrisi tanah.

Jika menyiapkan lahan kopi baru untuk penanaman bibit baru:

  • Di lahan kopi baru, disarankan untuk menggunakan 10 ton/ha (200 kuintal/ha) saat menyiapkan alur tanam dan tambahan 2 ton/ha (40 kuintal/ha) di permukaan setelah penanaman. Seharusnya 1-2 kg (2 sampai 3 pon) per tanaman kopi.
  • Ketika kompos diletakkan di ladang, sebaiknya segera ditutup dengan tanah, agar sinar matahari dan angin tidak merusaknya, serta nitrogen tidak lepas ke atmosfer. Oleh karena itu, sebaiknya kompos diletakkan di ladang tepat sebelum pembajakan, atau pada saat yang sama dengan penanaman tanaman.
  • Untuk tanaman yang ditanam secara berbaris, pupuk bisa diletakkan di alur bersama dengan benih. Untuk tanaman yang dipindah tanam, pupuk bisa diletakkan di lubang bersama dengan bibit.

205⸱9

Jika diterapkan pada tanaman kopi yang sudah ada di lapangan:

  • Di lahan kopi yang ada, seharusnya antara 7 sampai 8 ton/ha (140-160 kuintal/ha) di permukaan. Selama bertahun-tahun, jumlah yang diterapkan dapat dikurangi menjadi 5 ton/ha (100 kuintal/ha). Seharusnya 250 gram (8 ons) per tanaman kopi.
  • Kompos dapat diletakkan di atas tanah di antara tanaman kopi. Hal ini sebaiknya dilakukan pada pagi hari atau sore hari.
  • Ini harus segera ditutup dengan tanah, agar sinar matahari dan angin tidak merusaknya, dan nitrogen tidak lepas ke atmosfer. Kemudian Anda dapat melanjutkan seperti biasa dengan pemupukan menggunakan pupuk mineral konvensional, sesuai dengan rekomendasi analisis tanah.

205⸱10

Pembibitan kopi:

  • Digunakan sebagai substrat untuk produksi bibit, dapat dicampur dengan tanah pot hingga maksimal 10-30% dari campuran.

205⸱11

Jika diterapkan pada tanaman lain:

  • Tentu saja, kompos juga dapat digunakan untuk tanaman lain selain kopi.
  • Untuk tanaman yang ditanam dalam barisan, seperti jagung, sorgum, atau sayuran, kompos dapat diletakkan di sepanjang barisan bersama dengan benih atau bibit.

Penyimpanan

Kompos sebaiknya digunakan segerasetelah disiapkan

Jika ini tidak memungkinkan untuk digunakan langsung, simpan kompos di tempat yang terlindung dari sinar matahari dan hujan, ditutupi dengan daun atau tanah, terpal plastik atau dimasukkan kedalam wadah, untuk mencegah nutrisi menguapdan untuk menghindari kontaminasi.

Jika disimpan dalam kondisi kering dan tertutup seperti itu, kompos bisa bertahan selama beberapa minggu.

205⸱EManfaat ekonomi

Biaya pupuk lebih rendah

Praktik ini memungkinkan penurunan kebutuhan akan pupuk sintetis dan dengan demikian menghemat biaya pupukdalam jangka panjang.

Hasil panen kopi yang lebih tinggi

Efek dari alat ini dapat mengarah pada peningkatan hasil kopi yang berdampak pad terjadinya peningkatan pendapatan petani.

Penggunaan kembali limbah

Jika kita menggunakan limbah dari pertanian atau bahan yang ada di lingkungan sekitar, sepertipupuk kandang dari ternak sendiri, jerami atau kayu dari lahan sendiri, maka potensi ekonominya sangat tinggi Selain itu, dengan memanfaatkan limbah, kompos membantu mengurangi biaya pembuangan sampah ke tempat pembuangan akhir.

205⸱FManfaat bagi lingkungan

Diperlukan lebih sedikit pupuk sintetis

Alat ini mengurangi kebutuhan akan pupuk sintetis. Dengan demikian, mengurangi emisi karbon dan polusi air, memperbaiki kesehatan tanah serta menghemat sumber daya.

Penggunaan kembali limbah

Memanfaatkan kembali bahan limbah organik dalam ekonomi sirkular mampu menghemat sumber daya, mengurangi dampak buruk padalingkungan, emisi karbon, dan pencemaran air.

Meningkatkan kehidupan tanah

Analisis tanah membantu mendukung pengelolaan tanah yang dapat meningkatkan kehidupan organisme tanah seperti mikroorganisme dan cacing tanah. Organisme tanah berperan penting dalam penyediaan unsur hara bagi tanaman dan membantu menjaga kesehatan ekosistem tanah.

205⸱GBacaan lanjutan

205⸱HKomentar