gambaran dari semai dengan sistem akarnya di bawahnya

juga tersedia untuk: Brasil, Honduras, Indonesia, Tanzania, Uganda

Dapat diaplikasikan pada:
Arabika, Robusta

103⸱AKonsep

  • Meningkatkan nutrisi tanaman
  • Meningkatkan penyerapan air oleh tanaman
  • Meningkatkan toleransi tanaman kopi terhadap kekeringan
  • Meningkatkan toleransi tanaman kopi terhadap penyakit
  • Mengurangi kematian kopi
  • Meningkatkan hasil kopi

Interaksi simbiotik jamur-tanaman memberikan berbagai manfaat bagi tanaman kopi, terutama dalam menghadapi dampak perubahan iklim seperti kekeringan dan peningkatan ketahanan penyakit. Jamur tersebut dapat diaplikasikan pada media tanam bibit kopi di polybag maupun pada areal perkebunan baru. Bibit yang media tanamnya telah diinokulasi dengan jamur simbiotik pada tahap pembibitan menunjukkan pertumbuhan sistem perakaran yang lebih luas. Oleh karena itu, bibit lebih siap untuk menghadapi kekeringan ketika dipindahkan ke lapangan. Juga, bibit pohon penaung mendapatkan manfaat dari hubungan simbiotik ini.

Mikoriza adalah bentuk hubungan simbiosis antara jamur dan akar tanaman. Jamur mikoriza dapat menyebar dan berkolonisasi di jaringan akar tanaman, baik hanya di bagian luar (ektotrofik) maupun dengan masuk ke dalam sel tanaman (endotrofik). Simbiosis ini saling menguntungkan, yaitu: tanaman menghasilkan molekul organik melalui fotosintesis dan menyediakan gula atau lemak bagi jamur. Sebagai imbalannya, jamur membantu tanaman dalam menyerap air dan nutrisi, terutama fosfor. Dibandingkan dengan akar tanaman, jamur mikoriza memiliki kemampuan yang jauh lebih besar dalam melepaskan mineral dan air dari tanah. Selain itu, mikoriza juga berperan dalam perlindungan terhadap berbagai patogen, termasuk nematoda puru akar, terutama jika simbiosis ini sudah terbentuk sejak awal siklus hidup tanaman.

Trichoderma adalah genus jamur yang ada di semua tanah. Spesies Trichoderma biasanya membentuk hubungan simbiotik endofitik dengan akar tanaman. Mereka memiliki kemampuan untuk meningkatkan pertumbuhan akar, jelas dengan mengeluarkan senyawa yang meningkatkan percabangan akar. Menurut penelitian, mereka mampu menghambat pertumbuhan fitopatogen karena kapasitas mikoparasitik mereka, melalui antibiosis, dan karena mereka bersaing dengan mereka untuk ruang hidup dan nutrisi.

Mikoriza dan spesies Trichoderma keduanya meningkatkan toleransi tanaman kopi terhadap stres biotik dan abiotik. Mereka membuat nutrisi dan air tersedia untuk tanaman dan selain itu merangsang pertumbuhan akar tanaman, membuat mereka lebih mampu mencapai air dan nutrisi di lapisan tanah yang lebih dalam. Oleh karena itu, tanaman kopi tumbuh lebih baik, dan mendapatkan hasil yang lebih tinggi. Kedua jenis jamur simbiotik bertindak sebagai agen biokontrol atau pengendali hayati.

103⸱BVideo

103⸱CUntuk dipertimbangkan

Penerapan jamur simbiotik dapat dikombinasikan dengan Polybag yang lebih tinggi untuk meningkatkan tingkat kelangsungan hidup bibit kopi setelah dipindahkan ke lapangan.

Terdapat bukti bahwa pohon kopi yang ditanam di tanah dengan jamur mikoriza memerlukan lebih sedikit pupuk karena sebagian besar nutrisinya berasal dari sumber mikroba. Faktor lain yang terkait dengan jamur mikoriza adalah peningkatan area penyerapan akar dan, akibatnya, penggunaan nutrisi yang ada di dalam tanah menjadi lebih baik.

Karena fungsi mereka sebagai agen biokontrol, jamur simbiotik juga dapat mengurangi kebutuhan akan pestisida kimia.

Mikoriza berkontribusi pada pertumbuhan tanaman meskipun kondisi tanah secara umum buruk – yaitu rendahnya bahan organik, suhu tinggi, dan tingginya aluminium – namun hasil terbaik diperoleh dalam kondisi yang menguntungkan, dan disarankan untuk menggunakannya bersama dengan alat adaptasi lainnya, seperti Mulsa dan Biochar, sebagai bagian dari upaya rehabilitasi tanah yang komprehensif.

Waktu

Masuk akal untuk menginokulasi tanah dan akar tanaman dengan jamur yang sudah ada sejak tahap pembibitan, sebelum ditanam ke lapangan. Hal ini dikarenakan biaya yang meningkat secara progresif pada setiap tahap perkembangan.

103⸱DImplementasi

Bahan-bahan

Serbuk mikoriza (misalnya Mikoriza Arbuskular Vesikular, 8 spora/g substrat).

dan/atau

Trichoderma (misalnya Trichoderma harzianum). Terdapat beberapa produk komersial yang terdaftar untuk aplikasi cair (misalnya 1 liter per hektar).

Terdapat produk yang menggabungkan mikoriza dan Trichoderma untuk meningkatkan respons tanaman terhadap bioproduk. Mikoriza memiliki laju kolonisasi yang lebih lambat, sementara Trichoderma memiliki ekspansi yang cepat dan kapasitas kolonisasi yang tinggi.

Semua tersedia melalui penyedia komersial terpilih.

103⸱1Penerapan Mikoriza

103⸱2Penerapan Trichoderma

103⸱EManfaat ekonomi

Biaya pupuk lebih rendah

Praktik ini memungkinkan penurunan kebutuhan akan pupuk sintetis dan dengan demikian menghemat biaya pupukdalam jangka panjang.

Biaya pestisida lebih rendah

Alat ini mengurangi kebutuhan akan pestisida kimia dan dengan demikian menghemat biaya masukan seiring waktu.

Biaya renovasi lebih rendah

Alat ini meningkatkan masa hidup pohon kopi. Mereka tidak perlu sering direnovasi yang mengurangi biaya produksi jangka panjang.

Hasil panen kopi yang lebih tinggi

Efek dari alat ini dapat mengarah pada peningkatan hasil kopi yang berdampak pad terjadinya peningkatan pendapatan petani.

103⸱FManfaat bagi lingkungan

Diperlukan lebih sedikit pupuk sintetis

Alat ini mengurangi kebutuhan akan pupuk sintetis. Dengan demikian, mengurangi emisi karbon dan polusi air, memperbaiki kesehatan tanah serta menghemat sumber daya.

Dibutuhkan lebih sedikit pestisida

Alat ini mengurangi kebutuhan akan pestisida kimia. Hal ini mengurangi polusi air, melindungi ekosistem, meningkatkan kehidupan tanah, dan menghemat sumber daya.

Meningkatkan kehidupan tanah

Analisis tanah membantu mendukung pengelolaan tanah yang dapat meningkatkan kehidupan organisme tanah seperti mikroorganisme dan cacing tanah. Organisme tanah berperan penting dalam penyediaan unsur hara bagi tanaman dan membantu menjaga kesehatan ekosistem tanah.

103⸱HKomentar